Selasa, 22 Januari 2019

Diskusi (Revolusi Industri-Sastra) sebagai Penawar Rindu



       Setelah kembali ke kota tercinta, Lubuklinggau, baru sekarang saya menemukan sesuatu yang sangat dirindu-rindukan. Sesuatu itu menjadi penyejuk dahaga karena kehausan yg begitu lama menghampiri diri ini. Kerinduan itu ialah diskusi-diskusi akademik. Biasanya diskusi-diskusi ini sering kali saya ikuti sewaktu masih menjadi mahasiswa dulu. Diskusi yang saya ikuti di hari Minggu, 20 Januari 2018 kemarin merupakan diskusi asyik, santai, dan menyenangkan. Kegiatan ini diinisiasi oleh direktur Benny Institute,Bang Beny Arnas. Diskusi ini berlangsung selama 2 jam yg dimulai dari pukuk 4 sore hingga 6 sore. Saya yang mengikuti kegiatan ini merasa bahwa kegiatan ini luar biasa bermanfaat. Diskusi ini juga berlangsung dengan begitu khidmat. Kala itu Bang Ben, selaku pemateri menampilkan tulisannya dengan judul 'Menjadi ceruk lebar-tanpa dasar-dengan saringan di atasnya'. Judul ini berkaitan besar dengan revolusi industri 4.0 yang berfokus pada revolusi sastra.    
     Dalam penyampaiannya Bang Ben mengatakan bahwa bagaimanapun industri berevolusi maka sastra akan mempunyai peran penting dan akan mampu mempunyai peran disetiap zamannya. Walau bagaimanapun juga sastra baik-baik saja, dengan atau tanpa adanya revolusi. Sastra jauh lebih dulu ada sebelum revolusi industri, lagipula Satra tidak diteropong secara substansial mulai dari revolusi 1.0, 2.0, 3.0 hingga 4.0. Pada era revolusi saat ini, yakni revolusi industri 4.0 yang sedang dan akan kita masuki saat ini, sastra masuk dalam bingkai teropongan arus perubahan. Hal ini ditenggarai oleh munculnya "informasi" sebagai target revolusinya - tentu saja tanpa harus meninggalkan produksi barang dan jasa dalam jumlah massif. Bang Ben, juga menambahkan bahwa ke depan sastra tidak cukup sekadar menjalankan "program kerja" kolaborasi dan alih wahana. Sastra butuh peran aktif keluarga (orang tua) guna sintas guna memastikan generasi hari ini dan masa depan tidak menjadi menjadi ceruk lebar-tanpa dasar-tanpa saringan di atasnya yang dengan mudah didepak oleh artificial inteligence.
      Seketika penyampaian materi selesai dipaparkan oleh bang Ben, para peserta diskusi begitu antusias memberikan pertanyaan, kritik, dan saran memberikan mengenai tulisan yang disampaikan olehnya. Kritik dan saran yang disampaikan oleh peserta diskusi ini, berkenaan dengan hal-hal yang substansial atau secara teknis. Namun dibalik dari kritikan dan saran yang diluncurkan kepada pemateri. Apresiasi yang begitu besar juga datang dari para peserta diskusi. Hal ini disebabkan para peserta diskusi mendapatkan ilmu dan informasi baru mengenai perjalanan revolusi industri- sastra, sebagaimana diketahui bahwa para peserta diskusi tidak seluruhnya mempunyai latar belakang keilmuan sastra, melainkan mereka berasal dari keilmuan lainnya. Pada akhir kegiatan diskusi, para peserta menyampaikan bahwa kegiatan diskusi semacam ini, hendaknya selalu dilestarikan keberlangsungannya dikarenakan kegiatan semacam ini sangat jarang dan begitu penting bagi para generasi muda untuk memperoleh pengetahuan mengenai sastra ataupun keilmuan lainnya.    


Oleh: Muhammad Yazir

Senin, 15 Februari 2016

Sekilas Informasi tentang Tanoto Foundation Scholarship (Kidum Inspirasi)

Buat teman-teman yang lagi berburu beasiswa S1 dan S2, ini ada sedikit informasi tentang beasiswa Tanoto Foundation,, baca yuuk...

Tanoto Foundation yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto merupakan sebuah sarana perwujudan kepedulian terhadap sesama untuk menanggulangi kemiskinan.  Memulai karyanya di tahun 1981, Tanoto Foundation berupaya menjadi pusat unggulan dalam penanggulangan kemiskinan melalui  Pendidikan, Pemberdayaan, dan Peningkatan Kualitas Hidup.
Di bidang Pendidikan, Tanoto Foundation melaksanakan program yang bertujuan untuk meningkatkan akses pada pendidikan dan kualitas pendidikan di Indonesia. Di bidang Pemberdayaan, Tanoto Foundation melaksanakan program yang bertujuan untuk memaksimalkan potensi ekonomi individu, rumah tangga dan komunitasnya. Dalam bidang Peningkatan Kualitas Hidup, Tanoto Foundation melaksanakan program yang mendukung komunitas, baik infrastruktur maupun berbagai fasilitas bagi masyarakat untuk secara bersama-sama meningkatkan kualitas hidup.
Salah satu Program Pendidikan Tanoto Foundation adalah pemberian beasiswa kepada mahasiswa Program S1 dan S2 yang berprestasi, memiliki potensi kepemimpinan tetapi menghadapi kendala ekonomi. Beasiswa ditawarkan kepada mahasiswa yang terdaftar pada mitra perguruan tinggi tersebut di bawah ini.

Mitra Perguruan Tinggi untuk Program S1:
1. Universitas Indonesia, Depok
2. Institut Teknologi Bandung, Bandung
3. Institut Pertanian Bogor, Bogor
4. Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta
5. Universitas Sumatera Utara, Medan
6. Universitas Riau, Pekanbaru 
7. Universitas Jambi, Jambi 
8. Universitas Mulawarman, Samarinda 
9. Universitas Hasanuddin, Makassar 
10. Universitas Brawijaya, Malang 
11. Universitas Diponegoro, Semarang 
12. Universitas Andalas, Padang

Mitra Perguruan Tinggi untuk Program S2:
1. Universitas Indonesia, Depok
2. Institut Teknologi Bandung, Bandung
3. Institut Pertanian Bogor, Bogor
4. Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta 
5. Universitas Sumatera Utara, Medan
6. Universitas Hasanuddin, Makassar
7. Universitas Diponegoro, Semarang

Untuk tahun 2016, Tanoto Foundation menawarkan beasiswa National Champion Scholarship kepada 275 mahasiswa (250 mahasiswa Program Sarjana Strata 1 atau S1, dan 25 mahasiswa Program Sarjana Strata 2 atau S2) dari berbagai disiplin ilmu. Beasiswa diberikan sampai penerima beasiswa menyelesaikan pendidikannya secara tepat waktu, sepanjang dapat meningkatkan dan mempertahankan prestasi akademik.
Pendaftaran untuk turut dalam seleksi penerima beasiswa dalam Tanoto Foundation National Champion Scholarship Program dapat dilakukan secara online mulai tanggal 23 Desember 2015  sampai tanggal 29 Februari 2016.
                        
Perguruan Tinggi Mitra untuk S2
  • Universitas Indonesia
  • Institut Teknologi Bandung
  • Institut Pertanian Bogor
  • Universitas Gadjah Mada
  • Universitas Sumatera Utara
  • Universitas Hasanuddin     



    Untuk further information ikuti aja link diatas ya....
    Silahkan Mencoba ya.... Semoga bermanfaat....

    Salam Kidum Inspirasi
     

Sabtu, 13 Februari 2016

KIDUM INSPIRASI

Ada begitu banyak hal yang ingin saya dan orang-orang disekitar saya ingin lakukan untuk memperbaiki pendidikan. Karena kita semua percaya pendidikan yang baik akan menjadi solusi masalah-masalah yang ada disekitar kita. Kesempatan yang sama haruslah dimiliki oleh setiap anak bangsa, jangan sampai ada kesenjangan kesenjangan untuk memperoleh pendidikan yang baik.
pendidikan yang baik juga akan melahirkan ide -ide yang begitu cemerlang. Maka sangatlah disayangkan jika tidak terealisasi pendidikan yang baik disetiap sudut  daerah di negeri tercinta ini. Beranjak dari itu semua, maka masih begitu ada banyak pertanyaan yang harus diselesaikan salah satu pertanyaan fasilitas pendidikan yang belum begitu memadai dan belum merata di setiap jengkal di tanah air ini.
Kadang untuk menjawab pertanyaan tersebut kita harus berpikir terlalu jauh yakni ingin menampilkan dan menjawab dengan program yang luar biasa hebatnya. Hal ini berbanding terbalik dengan saya, seorang anak desa, yang mencoba ingin mengeluarkan ide saya yang kecil yakni dengan mengadakan komunitas 'Kidum Inspirasi' yakni yang akan saya jalankan beberapa bulan kedepan dan akan sangat fokus lagi ketika nanti saya telah menyelesaikan studi saya di Universitas Gadjah Mada.' Kidum Inspirasi' akan fokus kepada pemberdayaan anak-anak yang ada di Lubuklinggau terkhusus lagi di Moneng sepati sebagai targetan utama. Fokus kegiatan ini pada awalnya akan tertuju pada pemebentukkan karakter anak-anak melalui membaca, dan akan diimbangi dengan berhitung serta paling utama pembentukkan karakter anak dengan memperhatikan pendidikan agama sesuai dengan tujuan Lubuklinggau Madani.
Tidak hanya sebatas anak-anak saja yang akan menjadi fokus dari 'Kidum Inspirasi'. Kita akan fokus juga pada remaja dengan memberikan motivasi serta informasi tentang pendidikan serta memberikan pelatihan skil-skil guna bertarung di era MEA 'Mayarakat Ekonomi Asean'.
pertimbangan-pertimbangan di ataslah yang menggerakkan hati saya seorang anak desa dengan keinginan besar mengubah daerah diamana saya dibesarkan untuk menjadi lebih baik.

Bertitik dari apa yang saya gambarkan diatas, maka sangat dibutuhkan saran, dukungan, serta bantuan atas apa yang akan kita semua kerjakan untuk bangsa ini kedepan, khususnya Lubuklinggau.

Melakukan hal positif sekecil apapun akan membuat hidup selalu bahagia  (Yazir Kidum#Kidum Inspirasi)

Cp. 085764777746
email & Fb. yazirkidum09101991@yahoo.co.id 

Salam '' Muhammad Yazir'

Senin, 06 April 2015

Goresan Hati
                      By Muhammad Yazir

Lantaran hati yang beku
Tiada api yang mencairkan
Tiada angin yang melelehkan

Terkekang hati
Tak ada jendela untuk berlari
Lumpuh kini terdiam sendiri
Tak ada jalan menuju hati
Tak ada dorongan dari semua sisi
Kini hanya belenggu dan goresan menjadi teman sejati hati ini
Manisnya perjuangan ini akan menjadi proses menggulakan hasilnya nanti. Walau tiada sahabat2 dahulu guna bercerita atau membantu mengurangi pahit2nya beban ini tapi diriku sungguh percaya bahwa kelak nanti sari2 kebahagian akan aku dapatkan. Dan ketika saatnya nanti aku percaya semut2 sahabatku akan kembali lagi walau kini entah kemana mereka sedang mengikuti arah2 dari signal yang mereka miliki. Salam Buat semut2 sahabatku yg pernah singgah disarang hati walau hanya sedetik saja... 

 Goresan @semut kecil ( Yazir Kidum)